B. Memaknai Perubahan, Tujuan, Manfaat
dan Strategi Pencapaiannya.
“Tuhan tidak akan merubah keadaan
suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan mereka.” Terjemahan ayat Allah yang
kita temukan dalam Qur’an Surah Ar-Ra’d [13]:11 menjadi spirit perubahan ini.
Jika Tuhan saja melarang Diri-Nya yang Maha Berkehendak melakukan perubahan
dengan kekuasaan-Nya yang Agung, ini berarti kita diberi kesempatan untuk
menentukan perubahan dengan mencurahkan segenap kemampuan dan ini sebuah
kehormatan sebagai hamba. Sedangkan hasilnya kita serahkan kepada-Nya karena
sudah bukan merupakan wilayah kita lagi, biarkanlah kehendak-Nya yang
menentukan.
Perubahan dapat
terjadi pada masa transisi dari kondisi lama menuju kondisi baru. Perubahan
dapat pula terjadi pada hal baru atau sesuatu menjadi berbeda. Perubahan itu sendiri menurut Sedarmayanti
(2013:81) dapat dilihat dalam dua bentuk yaitu perubahan strategi dan perubahan
operasional. Perubahan strategi terjadi dalam konteks persaingan eksternal,
lingkungan ekonomi dan sosial, serta sumber daya internal organisasi,
kapabilitas, budaya, struktur dan sistem.
Pencapaian akhir dari keun ggulan kompetitif yang berkelanjutan terletak
pada kualitas. Perubahan operasional berkaitan dengan sistem, prosedur,
struktur atau teknologi baru yang akan mempengaruhi dengan segera pengelolaan
pekerjaan suatu bagian organisasi. Kemudian Sedarmayanti (2013:81) lebih lanjut
menjelaskan bahwa proses perubahan dimulai dengan suatu pengetahuan akan
kebutuhan untuk berubah. Analisis dari
situasi dan faktor yang menciptakan situasi membawa kepada diagnosis mengenai
karakteristik yang membedakan dan indikasi arah dimana tindakan perlu dilakukan
dan oleh karena itu strategi perubahan perlu dilakukan.
Menangkap
isyarat upaya perubahan dengan masalah yang dihadapi penulis merasa perlu
berpikir realistis. Hal yang menjadi
pertimbangan adalah bentuk-bentuk penolakan yang mungkin saja terjadi
model-model perubahan yang akan dipilih untuk mengatasinya. Menurut
Sedarmayanti (2013:82) penolakan untuk berubah bisa terjadi secara spesifik,
dalam bentuk alasan-alasan penolakan sebagai berikut:
1. Keterkejutan
akan hal baru;
2. Ketakutan
ekonomis;
3. Gangguan;
4. Ketidakpastian;
5. Ketakutan
simbolik;
6. Ancaman
kepada hubungan interpersonal;
7. Ancaman
terhadap status atau keterampilan;
8. Ketakutan
kompetensi.
Mengatasi penolakan untuk berubah
tersebut yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah menggunakan pola interaksi
dan komunikasi. Baik kepada semua guru, tenaga kependidikan, penjaga sekolah,
komite sekolah, orang tua siswa dan peserta didik secara hati-hati, dipesiapkan
dan hargai, sehingga segala bentuk atau alasan penolakan tersebut dapat
dihilangkan. Diantara penolakan yang sering muncul adalah ketakutan kompetensi
dengan munculnya pernyataan:
ð “Mendidik
anak yang normal saja sulitnya bukan main apalagi mendidik anak yang cacat!”;
ð “Jangan-jangan
guru dan anak-anak yang jadi “menyiman’’ (bahasa
daerah Banjar artinya tertular secara psikologis/ikut-ikutan tanpa disadari);
ð “Sikap
tidak mau tahu dari guru menjawab pertanyaan masyarakat tentang ABK dan Sekolah
Inklusi.”
ð “Semoga
tidak lulus seleksi program PLB nanti,” (terjadi ketika 9 orang GTT/guru tidak
tetap difasilitasi mengikuti program S1 PLB);
ð “Kekeliruan
persepsi tentang ABK, sekolah Inklusi dan SLB”
ð Bersifat
gangguan berupa alasan-alasan dan keluhan ketidakhadiran maupun keterlambatan
ke sekolah seperti urusan pribadi, kesehatan dan bahkan masalah rumah tangga.
Tujuan Perubahan
Tujuan Manajemem Perubahan
adalah mengupayakan agar proses transformasi berlangsung dalam waktu yang
relatif cepat dengan kesulitan-kesulitan yang seminimal mungkin, bersikap
positif terhadap perubahan (mengurangi resistensi), meningkatnya daya inisiatif
dalam melakukan perubahan, meningkatnya motivasi, berinsiatif dengan harapan
yang tinggi. Dengan demikian, jika manajemen perubahan ini dikelola dengan
baik, yaitu direncanakan dengan matang, dilaksanakan sesuai program, serta
dievaluasi, maka akan sangat bermanfaat bagi sekolah dan seluruh warga sekolah,
serta bagi warga masyarakat sebagai pengguna pendidikan.
Manfaat Perubahan
Manfaat perubahan diantaranya adalah sebagai berikut :
1)
Sekolah mampu beradaptasi
dengan perubahan dalam lingkungan internal maupun eksternal untuk pembangunan
berkelanjutan dan menjadikan sekolah yang efektif.
2)
Sekolah mampu berprestasi
dan dapat meningkatkan kemampuan guru dan peserta didik untuk mencapai tujuan.
3)
Dapat menjaga iklim di
sekolah menjadi lebih terbuka dan jujur warga sekolah sekolah merasa puas dan
bangga.
4) Pola pemeliharaan dapat mempertahankan loyalitas dan membuat
seseorang menjadi kebanggaan di sekolah mereka sendiri. Ini merupakan tradisi
yang baik untuk membuat seseorang ingin menjadi orang yang terbaik.
0 komentar:
Posting Komentar