Popular Posts

What’s Hot

C. Enam Strategi Pencapaian Perubahan Pada SD Negeri Inklusi Banjang 2



C. Enam Strategi Pencapaian Perubahan Pada SD Negeri Inklusi Banjang 2
Strategi Mencapai Perubahan
Pelaksanaan manajemen perubahan dapat dilakukan dengan berbagai teknik  atau strategi sebagaimana dikemukakan dalam bahan ajar Manajemen Kepemimpinan Sekolah (2014:13)[1] seperti berikut :
a.       Pendidikan dan Komunikasi.
1)      Teknik/strategi yang diberikan dengan memberikan penjelasan secara tuntas tentang latar belakang, tujuan, dan akibat adanya perubahan.
2)      Mengomunikasikan berbagai perubahan dalam bebagai bentuk dan kesempatan, ini digunakan bila ada kekurangan atau ketidaktepatan informasi dan analisis
 b. Partisipasi.
Teknik yang digunakan dengan mengajak semua pihak untuk mengambil keputusan. Pimpinan hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator. Hal ini digunakan bila inisiator tidak mempunyai informasi yang dibutuhkan untuk merancang perubahan dan sedangkan orang lainnya mempunyai kekuasaan untuk menolak.
c. Memberikan kemudahan dan dukungan.
     Jika pegawai takut atau cemas, lakukan konsultasi atau bahkan terapi. Beri keterampilan yg mempermudah dan mendukung proses perubahan. Taktik ini digunakan bila penolakan berkembang sebagai hasil ketidakmampuan adaptasi.
d. Negosiasi dan persetujuan
Membangun inisiatif perubahan dengan bersedia menyesuaikan perubahan dengan kebutuhan dan kepentingan para penolak aktif atau potensial. Cara ini biasa dilakukan jika yang menentang mempunyai kekuatan yang cukup besar.
e. Manipulasi dan Kooptasi.
Manipulasi adalah menutupi kondisi yang sesungguhnya. Misalnya memelintir (twisting) fakta agar tampak lebih menarik, tidak mengutarakan hal yang negatif, dsb. Kooptasi dilakukan dengan cara memberikan kedudukan penting kepada pimpinan penentang perubahan dalam mengambil keputusan. Teknik ini digunakan bila taktik lain tidak akan berhasil atau mahal.
f. Paksaan.
1)      Berikan ancaman dan jatuhkan hukuman bagi siapapun yang menentang dilakukannya perubahan.
2)      Bila kecepatan adalah esensial, dan inisiator perubahan mempunyai kekuasaan cukup besar.
3)      Mengelola Perubahan Sekolah

Dalam konteks pencapaian perubahan pada SD Negeri Banjang 2 kepala sekolah mengadopsi Model Perubahan Kurt Lewin dan ADKAR. Upaya  tersebut dilakukan untuk mengatasi kesenjangan sekolah melalui modifikasi enam strategi pencapaian perubahan terhadap kesiapan SD Negeri Inklusi Banjang 2 sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusif yang berbasis kurikulum 2013 sebagai kurikulum mutakhir.  Keenam strategi pencapaian perubahan tersebut dicoba diterjamahkan dalam bentuk strategi yang paling relevan yaitu seperti digambarkan pada tabel berikut:

KONSEP
STRATEGI
IMPLEMENTASI STRATEGI
Pendidikan dan Komunikasi
ð       Mars Banjang 2 suplemen Visi sekolah;
ð       In House Training (IHT);
ð       Penulisan Artikel dan  Buku-Buku bertema edukasi, religi, pluralisme dan motivasi.
Partisipasi
ð       Pendelegasian Wewenang seperti Pembantu Kepala Sekolah Bidang, Mengirim utusan pada Rapat Dinas Sekolah;
ð       Optimalisasi peran serta Komite sekolah dan pelibatan wakil orang tua non komite;
Memberi kemudahan dan dukungan
ð       Fasilitas Program S1 PLB Unlam;
ð       Menyiapkan tenaga operator dan arsiparis sekolah;
ð       Fasilitas Program S1 Sendratasik;
ð       Fasilitas Pembinaan dan Pengembangan Minat dan Bakat Siswa;
ð       Fasilitas Bantuan Biaya Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
ð       Fasilitas Guru Berprestasi;
ð       TKB Mandiri sebagai wadah pendampingan lulusan yang rentan putus sekolah
Negoisasi dan Persetujuan
ð       Ijin opresional penyelenggaraan pendidikan inklusif;
ð       Kompromi setiap kali terjadi benturan
Manipulasi dan Kooptasi
ð       Sosialisasi pada forum rapat dinas sekolah; dan
ð       Forum K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah)
Paksaan
ð       Regulasi sekolah berupa hasil keputusan sekolah yang mengikat tetapi tidak menjerat, membalut tetapi tidak membelit; dan membangun suasana kekeluargaan yang menghangatkan;
ð       Mempelopori perubahan; contoh dan taladan (kepala sekolah melakukan terlebih dahulu).
ð       Melibatkan guru yang berstatus mahasiswa dari kepala sekolah pada beberapa program Prodi Pendas, Prodi PAI, Prodi Kearsipan.



[1] Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah. Bahan Ajar Bagian I (KS-01) Manajemen Perubahan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Kepala Sekolah. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, 2014:13


0 komentar:

Posting Komentar