A.
Tujuan
Tujuan mengadopsi
Model Perubahan Kurt Lewin dan ADKAR dalam mengatasi kesenjangan
sekolah melalui modifikasi enam strategi pencapaian perubahan terhadap kesiapan
SD Negeri Inklusi Banjang 2 sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusif
yang berbasis kurikulum 2013 sebagai kurikulum mutakhir. Keenam strategi pencapaian perubahan tersebut
dicoba diterjamahkan dalam bentuk strategi yang paling relevan yaitu seperti digambarkan
pada tabel berikut:
|
NO
|
KONSEP
STRATEGI
|
IMPLEMENTASI STRATEGI
|
|
1
|
Pendidikan dan Komunikasi
|
ð
Mars Banjang 2 suplemen Visi sekolah;
ð
In House
Training
(IHT);
ð
Penulisan Artikel dan Buku-Buku bertema edukasi, religi,
pluralisme dan motivasi;
ð
Forum diskusi guru dan kepala sekolah.
|
|
2
|
Partisipasi
|
ð Pendelegasian
Wewenang seperti Pembantu Kepala Sekolah Bidang, Mengirim utusan pada Rapat
Dinas Sekolah;
ð Optimalisasi
peran serta Komite sekolah dan pelibatan wakil orang tua non komite;
|
|
3
|
Memberi kemudahan dan dukungan
|
ð
Fasilitas Program S1 PLB Unlam;
ð
Menyiapkan tenaga operator dan arsiparis sekolah;
ð
Fasilitas Program S1 Sendratasik;
ð
Fasilitas Pembinaan dan Pengembangan Minat dan
Bakat Siswa;
ð
Fasilitas Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran;
ð
Bantuan Biaya Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
ð
Fasilitas Guru Berprestasi ;
ð
Menyiapkan Pembinaan Pengembangan diri anak yang
berbasis minat dan bakat istimewa;
ð
Menyiapkan Bulletin Media Anak “Bersahaja”
|
|
4
|
Negoisasi
dan Persetujuan
|
ð Ijin
opresional penyelenggaraan pendidikan inklusif;
ð Kompromi
setiap kali terjadi benturan
ð Melihat
potensi penolak aktif atau potensial
|
0 komentar:
Posting Komentar